Hunting Bareng Komunitas Lensa Manual Balikpapan

     Komunitas Lensa Manual Balikpapan adalah kumpulan photographer yang menggunakan lensa manual di Balikpapan. Kamera yang mereka gunakan adalah kamera digital biasa, baik DSLR maupaun Mirrorless. Hanya saja mereka tidak menggunakan lensa kamera digital pada umumnya, melainkan lensa manual yang biasa digunakan pada kamera analog.

     Kegiatan Hunting Bareng ini selalu diselenggarakan setiap minggu selama bulan Romadhon yang diakhiri dengan buka puasa bersama. Selain untuk memper erat tali silaturahmi antar fotografer, acara ini juga dimaksudkan untuk mengumpulkan dana amal untuk disumbangkan kepada yang memerlukan.

     Tahun ini adalah tahun ke 7 penyelenggaraannya. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, tema modelnya adalah "hijab" Tema inilah yang menjadi motivasi utamaku untuk datang ke hunting bareng ini. Karena saya memang lebih suka memotret model hijab dibanding model seksi, apalagi nude.

Model: Dewi Putri Awang Photo by Me

     Minggu pertama hunbar Romadhon tahun ini diselanggarakan di Taman Monumen Perjuangan Rakyat Balikpapan.Minggu ke 2 dilaksanakan di salah satu sudut taman di Kompleks Ruko Mall Balikpapan Baru. Untuk minggu ke 3 belum ada info dari panitia akan diselenggarakan di mana.

     Sore itu aku datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda MTB ku. Nekat juga karena lagi puasa rawan pada dehidrasi. Sudah 2 minggu sepeda ku mangkrak karena ban depan kempes (bocor/meletus), dan ada kerusakan sana-sini. Siang ini aku membawanya ke bengkel untuk ganti ban dan sekalian service. Maka sore itu aku sekalian mengendarainya ke lokasi pemotretan.

     Aku sempat mendatangi tempat yang salah, di taman yang berupa lapangan terbuka dengan ornamen pilar, tempat hunting tahun sebelumnya. Ternyata tahun ini berada di taman yang satunya, yang banyak pohon dan tempat duduk.

     Acara baru di mulai ketika aku tiba di tempat. Bukan nungguin aku ya, kebetulan saja timingnya tepat. Ada 7 model yang berbusana muslim. Tidak semuanya sehari-harinya berjilbab. Kata kang Alank dan kang Yeri, sebaiknya aku ratain dulu, maksudnya semua model ku photoin. Kemudian aku mengajak seorang model yang lagi ga diphoto untuk ber phose.

Model: Delaila Photo by Me


     Seperti biasa, setelah aku menempatkan model itu pada spot yang menarik dan mulai memotret, photographer lain mulai ikut memotret. Kemudian aku ganti motret model yang lain lagi. Lalu photographer lain datang ikut memotret. Begitu terus-menerus.

     Photographer Balikpapan kebanyakan asyik kok, mau saling bergantian memberi peluang photographer lain untuk memotret. Semua ramah meski dengan photographer yang belum dikenalnya. Serunya kadang kami memotret model dadakan, iya dadakan.

     Maksudnya dadakan, ketika hunting kami melihat ada pengunjung yang cukup photogenic. Lalu salah satu dari kami melobinya agar bersedia di photo. Pernah MUA para model kita photo juga karena cantik ga kalah sama modelnya. Jadilah mereka model dadakan di acara Hunbar.

     Dengan cara itu, talent-talent baru kami temukan. Jadi fotography modeling ga selalu memotret model profesional atau berpengalaman. Acara-acara hunbar seperti ini juga sering digunakan oleh para model atau calon model untuk mencari pengalaman dan melakukan branding.

Moel: Muanaf, Photo by Me
     Hal serupa juga dilakukan oleh photographer. Dengan mengikuti hunbar, kita bisa meningkatkan pengalaman kita, dan kita pun bisa bisa belajar kepada yang lebih paham. Tanpa harus ikut workshop atau sekolah photography, tanpa harus bayar model.

     Mental gratisan? Ga juga, karena siapa sih yang tidak mau mendapat value secara gratis? Lagi pula diacara ini diedarkan kotak infak untuk mensupport acara berikutnya dan membiayai kegiatan amal.

     Alat-alat photography memang mahal. Tapi belaar photography ga selalu mahal kok. OK!?

- Tetap Semangat - Tetap Luar Biasa -

    

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer